BEHIND THE FACT

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

 Dalam sukar.. .hitunglah kesyukuranmu
 Dalam senang.. .awasi kealpaanmu
 Setitis derita melanda
 Segunung karuniaNya
 ( Hijjaz : Lukisan Alam )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PEMERIKSAAN PAP SMEAR

Oleh :  dr.Devi Triyadi
1. Apakah Pap Smear itu?
Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop.
Pap Smear merupakan  tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.
2. Apa itu Kanker Leher Rahim?
Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.  Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (human papilloma virus), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker leher rahim stadium dini yang cepat ditangani dapat sembuh 100%.
3. Kanker Leher Rahim menyerang siapa?
  • Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
  • Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
  • Perokok
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.
Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.
4. Cara pengambilan sampel Pap smear
Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
5. Alasan Harus melakukan Pap smear :
  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
  • Berganti-ganti pasangan dalam senggama
6. Persiapan Pemeriksaan Pap Smear
  1. Menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan.
  2. Tidak sedang  menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear.
7. Mengapa Pap Smear perlu dilakukan?
Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.
8. Ada 2 cara pemeriksaan Pap Smear:
1.      Konvensional
2.      Berbasis cairan atau Liquid
Keterbatasan pemeriksaan Sitologi Konvensional :
  • Sampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus (sikat untuk pengambilan sampel), sehingga sampel tidak representatif dan tidak menggambarkan kondisi pasien sebenarnya
  • Subyektif dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung pada operator yang membuat usapan pada kaca benda
  • Kemampuan deteksi terbatas (karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat yang bertumpuk dan kabur karena kotoran/faktor pengganggu)
Pemeriksaan Sitologi Berbasis Cairan/Liquid
Merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Dengan metode ini, sampel (cara pengambilan sama seperti pengambilan untuk sampel sitologi biasa/Pap Smear) dimasukkan ke dalam cairan khusus sehingga sel atau faktor pengganggu lainnya dapat dieliminasi. Selanjutnya, sampel diproses dengan alat otomatis lalu dilekatkan pada kaca benda kemudian diwarnai lalu dilihat di bawah mikroskop oleh seorang dokter ahli Patologi Anatomi.

Keungulan pemeriksaan sitologi berbasis cairan/Liquid :
  • Sampel memadai karena hampir 100 % sel yang terambil dimasukkan ke dalam cairan dalam tabung sampel
  • Proses terstandardisasi karena menggunakan prosesor otomatis, sehingga preparat (usapan sel pada kaca benda) representatif, lapisan sel tipis, serta bebas dari kotoran/pengganggu
  • Meningkatkan kemampuan/keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahim
  • Sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV-DNA
9. Hasil Pap Smear
Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.
Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :
1. Bukan kanker
Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian  pasien diminta untuk berobat dan  melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.
2. Prekanker
Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Pasien  akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks.
3. Ganas ( kanker)
Pasien langsung diminta berobat ke dokter.



sumber : buku ilmu pengetahuan teori dan praktek mikrobiologi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TATA KELOLA HIPERLIPID
Oleh :  DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)
Pendahuluan
Seperti diketahui, bahwa status kesehatan manusia terkait dengan kemajuan tingkat ekonomi suatu bangsa, karena kemampuan yang diperoleh membawa perobahan pola/gaya hidup  ditinjau dari seluruh aspek  yang sifatnya jasmani maupun spiritual.
Perobahan yang bermakna pada pola makan, minum dan fasilitas kehidupan fisik akan berpengaruh positip maupun negatif  pada kesehatan individu maupun lingkungan secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan komposisi  makanan pada manusia Indonesia terdiri atas 60 -75% karbohidrat, 12 -20% protein dan selebihnya lemak,  namun dalam dekade terakhir ini pola konsumsi khususnya komposisi makanan manusia Indonesia terutama yang berdiam di kota yang  mengalami banyak perobahan gaya hidup.
Salah satu perobahan tersebut pada pola makan sehari hari  yang saat ini terjadi adalah   berpindahnya pilihan kepada jenis makanan yang banyak mengandung lemak, sehingga mengakibatkan  kadar lemak yang tinggi dalam darah dan  menimbulkan suatu proses yang kompleks dalam pembuluh darah, serta berpengaruh pada fungsi beberapa organ dalam tubuh manusia.
Kejadian tersebut merupakan suatu kelainan metabolisme lemak  dalam tubuh yang disebut dislipidemia, yang merupakan salah satu faktor resiko utama dalam proses terjadinya penyakit jantung dan atheroskerosis pembuluh darah, misalnya tingginya kadar fraksi lemak, misalnya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperkolesterolaemia)  atau tingginya kadar trigliserida dalam darah (hypertrigliseridemia) dlsbnya.
Lemak  dan fungsi metabolik
Secara biologis substansi lemak mempunyai peran sebagai sumber energi dalam tubuh yang dapat disimpan dalam depo lemak yang disebut jaringan  lemak (adipose tissue), sedangkan   metabolismenya berlangsung di hati (liver). Substansi lemak dapat menyimpan 9 kilo kalori per kg, sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kilo kalori per kg .
Substansi lemak ini mengandung  asam lemak essensial yang bermanfaat bagi tubuh, namun tubuh tidak sanggup membentuk asam lemak essensial, seperti asam linoleic, arachidonic secukupnya, sehingga harus berasal dari makanan yang dikonsumsi.
Asam lemak essensial  dibutuhkan untuk kesempurnaan dan sintesis membrane dari sel, dan untuk pembentukan hormone prostalglandin serta sebagai bahan penyusun karakter kekenyalan pada kulit.
Fraksi Lemak
Substansi lipid atau  lemak  terdiri dari kolesterol, trigliserida dan phopho lipid, namun dalam darah  merupakan substansi lemak yang terikat dengan molekul protein yang lasim disebut lipoprotein.Pada setiap lipoprotein terdiri dari komponen lipid dan komponen/molekul protein yang disebut apolipoprotein. Molekul apolipoprotein menentukan metabolisme partikel dengan pengikatan pada reseptor spesifik dan bekerja sebagai kofaktor untuk aktivitas ensim.
Molekul lipoprotein terdiri dari beberapa fraksi yaitu chylomicrone, very low density lipoprotein cholesterol (VLDL – C), low density lipoprotein cholesterol (LDL-C), high density lipoprotein cholesterol (HDL-C).
Molekul lipoprotein tersebut mempunyai persamaan substansi biokimiawi yang menyusunnya namun mempunyai perbedaan dalam besarnya prosentasi substansi biokimiawi yang akan menyusun molekul tersebut. Masing2 jenis lipo protein tersebut dalam jumlah yang abnormal akan mempunyai konstribusi yang spesifik dalam proses terjadinya sakit atau kelainan pada pembuluh darah dan jantung.
Tingginya kadar  LDL-Cholesterol dan kolesterol total memberikan kemung-kinan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, karena keterlibatannya yang dominan dengan proses terjadinya kejadian sakit tersebut. Berdasarkan hal itu, maka pengobatan kelainan metabolisme lemak ini, ditujukan untuk menurun kan kadar LDL-C
Sebaliknya rendahnya kadar HDL-Cholesterol dalam darah ( kurang dari harga normal) akan mengakibatkan kemungkinan / resiko lebih besar terhadap  terjadinya penyakit jantung koroner. Sedangkan tingginya kadar trigliserida lebih sering dihubungkan dengan kejadian sakit diabetes mellitus dan sindroma metabolik, karena berpengaruh terhadap peningkatan LDL-kolesterol yang kecil dan padat yang disebut small dense LDL-Cholesterol, yang ternyata merupakan substansi yang berperan pada tahap awal atherosclerosis. Karena  LDL yang kecil dan lebih padat  lebih cepat  dioksidasi  dibandingkan LDL yang lebih besar . Oksidasi LDL menyebabkan pembentukan sel busa yang dihasilkan makrofag dan pembentukan bercak lemak di lapisan intima pembuluh darah arteri.
Faktor Resiko
Kadar lemak yang abnormal pada seseorang akan memberikan peluang terjadinya gangguan vascular / pembuluh darah yang  berakibat menurunnya kualitas pembuluh darah pada organ seluruh tubuh (jantung, jaringa otak, ginjal dlsb) yang lasim disebut aterosklerosis. Proses aterosklerosis akan memberi bentukan kerak (plaque) pada pembuluh darah arteri diseluruh tubuh yang memberikan penyempitan diameter and berkurangnya vaskularisasi  dan berakibat menurunnya oksigenasi jaringan.
Pada dekade terakhir abnormalitas kadar lipid  pada tubuh merupakan faktor resiko salah satu unsure terjadinya sindroma metabolik yang meliputi diabetes mellitus, hipertensi, obesitas
Adakah jenis pemeriksaan laboratorium lainnya yang  diperlukan untuk  meleng kapi dan menegakkan diagnosis kelainan metabolisme Lemak ?
Kelainan metabolisme lemak sebenarnya merupakan hasil interaksi berbagai / banyak faktor, dan memerlukan beberapa jenis  pemeriksaan laboratorium lainnya untuk melengkapi yaitu Small Dense LDL, Lipoprotein a (Lpa), apolipoprotein A1, Apolipo protein A2, apolipoprotein B.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS