TATA KELOLA HIPERLIPID
Oleh : DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)
Pendahuluan
Seperti diketahui, bahwa status kesehatan manusia terkait dengan kemajuan tingkat ekonomi suatu bangsa, karena kemampuan yang diperoleh membawa perobahan pola/gaya hidup ditinjau dari seluruh aspek yang sifatnya jasmani maupun spiritual.
Perobahan yang bermakna pada pola makan, minum dan fasilitas kehidupan fisik akan berpengaruh positip maupun negatif pada kesehatan individu maupun lingkungan secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan komposisi makanan pada manusia Indonesia terdiri atas 60 -75% karbohidrat, 12 -20% protein dan selebihnya lemak, namun dalam dekade terakhir ini pola konsumsi khususnya komposisi makanan manusia Indonesia terutama yang berdiam di kota yang mengalami banyak perobahan gaya hidup.
Salah satu perobahan tersebut pada pola makan sehari hari yang saat ini terjadi adalah berpindahnya pilihan kepada jenis makanan yang banyak mengandung lemak, sehingga mengakibatkan kadar lemak yang tinggi dalam darah dan menimbulkan suatu proses yang kompleks dalam pembuluh darah, serta berpengaruh pada fungsi beberapa organ dalam tubuh manusia.
Kejadian tersebut merupakan suatu kelainan metabolisme lemak dalam tubuh yang disebut dislipidemia, yang merupakan salah satu faktor resiko utama dalam proses terjadinya penyakit jantung dan atheroskerosis pembuluh darah, misalnya tingginya kadar fraksi lemak, misalnya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperkolesterolaemia) atau tingginya kadar trigliserida dalam darah (hypertrigliseridemia) dlsbnya.
Lemak dan fungsi metabolik
Secara biologis substansi lemak mempunyai peran sebagai sumber energi dalam tubuh yang dapat disimpan dalam depo lemak yang disebut jaringan lemak (adipose tissue), sedangkan metabolismenya berlangsung di hati (liver). Substansi lemak dapat menyimpan 9 kilo kalori per kg, sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kilo kalori per kg .
Substansi lemak ini mengandung asam lemak essensial yang bermanfaat bagi tubuh, namun tubuh tidak sanggup membentuk asam lemak essensial, seperti asam linoleic, arachidonic secukupnya, sehingga harus berasal dari makanan yang dikonsumsi.
Asam lemak essensial dibutuhkan untuk kesempurnaan dan sintesis membrane dari sel, dan untuk pembentukan hormone prostalglandin serta sebagai bahan penyusun karakter kekenyalan pada kulit.
Fraksi Lemak
Substansi lipid atau lemak terdiri dari kolesterol, trigliserida dan phopho lipid, namun dalam darah merupakan substansi lemak yang terikat dengan molekul protein yang lasim disebut lipoprotein.Pada setiap lipoprotein terdiri dari komponen lipid dan komponen/molekul protein yang disebut apolipoprotein. Molekul apolipoprotein menentukan metabolisme partikel dengan pengikatan pada reseptor spesifik dan bekerja sebagai kofaktor untuk aktivitas ensim.
Molekul lipoprotein terdiri dari beberapa fraksi yaitu chylomicrone, very low density lipoprotein cholesterol (VLDL – C), low density lipoprotein cholesterol (LDL-C), high density lipoprotein cholesterol (HDL-C).
Molekul lipoprotein tersebut mempunyai persamaan substansi biokimiawi yang menyusunnya namun mempunyai perbedaan dalam besarnya prosentasi substansi biokimiawi yang akan menyusun molekul tersebut. Masing2 jenis lipo protein tersebut dalam jumlah yang abnormal akan mempunyai konstribusi yang spesifik dalam proses terjadinya sakit atau kelainan pada pembuluh darah dan jantung.
Tingginya kadar LDL-Cholesterol dan kolesterol total memberikan kemung-kinan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, karena keterlibatannya yang dominan dengan proses terjadinya kejadian sakit tersebut. Berdasarkan hal itu, maka pengobatan kelainan metabolisme lemak ini, ditujukan untuk menurun kan kadar LDL-C
Sebaliknya rendahnya kadar HDL-Cholesterol dalam darah ( kurang dari harga normal) akan mengakibatkan kemungkinan / resiko lebih besar terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Sedangkan tingginya kadar trigliserida lebih sering dihubungkan dengan kejadian sakit diabetes mellitus dan sindroma metabolik, karena berpengaruh terhadap peningkatan LDL-kolesterol yang kecil dan padat yang disebut small dense LDL-Cholesterol, yang ternyata merupakan substansi yang berperan pada tahap awal atherosclerosis. Karena LDL yang kecil dan lebih padat lebih cepat dioksidasi dibandingkan LDL yang lebih besar . Oksidasi LDL menyebabkan pembentukan sel busa yang dihasilkan makrofag dan pembentukan bercak lemak di lapisan intima pembuluh darah arteri.
Faktor Resiko
Kadar lemak yang abnormal pada seseorang akan memberikan peluang terjadinya gangguan vascular / pembuluh darah yang berakibat menurunnya kualitas pembuluh darah pada organ seluruh tubuh (jantung, jaringa otak, ginjal dlsb) yang lasim disebut aterosklerosis. Proses aterosklerosis akan memberi bentukan kerak (plaque) pada pembuluh darah arteri diseluruh tubuh yang memberikan penyempitan diameter and berkurangnya vaskularisasi dan berakibat menurunnya oksigenasi jaringan.
Pada dekade terakhir abnormalitas kadar lipid pada tubuh merupakan faktor resiko salah satu unsure terjadinya sindroma metabolik yang meliputi diabetes mellitus, hipertensi, obesitas
Adakah jenis pemeriksaan laboratorium lainnya yang diperlukan untuk meleng kapi dan menegakkan diagnosis kelainan metabolisme Lemak ?
Kelainan metabolisme lemak sebenarnya merupakan hasil interaksi berbagai / banyak faktor, dan memerlukan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium lainnya untuk melengkapi yaitu Small Dense LDL, Lipoprotein a (Lpa), apolipoprotein A1, Apolipo protein A2, apolipoprotein B.









0 komentar:
Posting Komentar